Sabtu, 17 Oktober 2020

SAJAK SEBATANG LISONG

 

SAJAK SEBATANG LISONG

WS RENDRA

19 AGUSTUS 1977

ITB BANDUNG

POTRET PEMBANGUNAN DALAM PUISI

 

MENGHISAP SEBATANG LISONG

MELIHAT INDONESIA RAYA,

MENDENGAR 130 JUTA RAKYAT,

DAN DI LANGIT

DUA TIGA CUKONG MENGANGKANG,

BERAK DI ATAS KEPALA MEREKA

 

MATAHARI TERBIT.

FAJAR TIBA.

DAN AKU MELIHAT DELAPAN JUTA KANAK-KANAK

TANPA PENDIDIKAN.

 

AKU BERTANYA,

TETAPI PERTANYAAN-PERTANYAANKU

MEMBENTUR MEJA KEKUASAAN YANG MACET,

DAN PAPANTULIS-PAPANTULIS PARA PENDIDIK

YANG TERLEPAS DARI PERSOALAN KEHIDUPAN.

 

DELAPAN JUTA KANAK-KANAK

MENGHADAPI SATU JALAN PANJANG,

TANPA PILIHAN,

TANPA PEPOHONAN,

TANPA DANGAU PERSINGGAHAN,

TANPA ADA BAYANGAN UJUNGNYA.

 

MENGHISAP UDARA

YANG DISEMPROT DEODORANT,

AKU MELIHAT SARJANA-SARJANA MENGANGGUR

BERPELUH DI JALAN RAYA;

AKU MELIHAT WANITA BUNTING

ANTRI UANG PENSIUN.

 

DAN DI LANGIT;

PARA TEKHNOKRAT BERKATA :

 

BAHWA BANGSA KITA ADALAH MALAS,

BAHWA BANGSA MESTI DIBANGUN;

MESTI DI-UP-GRADE

DISESUAIKAN DENGAN TEKNOLOGI YANG DIIMPOR

 

GUNUNG-GUNUNG MENJULANG.

LANGIT PESTA WARNA DI DALAM SENJAKALA

DAN AKU MELIHAT

PROTES-PROTES YANG TERPENDAM,

TERHIMPIT DI BAWAH TILAM.

 

AKU BERTANYA,

TETAPI PERTANYAANKU

MEMBENTUR JIDAT PENYAIR-PENYAIR SALON,

YANG BERSAJAK TENTANG ANGGUR DAN REMBULAN,

SEMENTARA KETIDAKADILAN TERJADI DI SAMPINGNYA

DAN DELAPAN JUTA KANAK-KANAK TANPA PENDIDIKAN

TERMANGU-MANGU DI KAKI DEWI KESENIAN.

 

BUNGA-BUNGA BANGSA TAHUN DEPAN

BERKUNANG-KUNANG PANDANG MATANYA,

DI BAWAH IKLAN BERLAMPU NEON,

BERJUTA-JUTA HARAPAN IBU DAN BAPAK

MENJADI GEMALAU SUARA YANG KACAU,

MENJADI KARANG DI BAWAH MUKA SAMODRA.

 

KITA HARUS BERHENTI MEMBELI RUMUS-RUMUS ASING.

DIKTAT-DIKTAT HANYA BOLEH MEMBERI METODE,

TETAPI KITA SENDIRI MESTI MERUMUSKAN KEADAAN.

KITA MESTI KELUAR KE JALAN RAYA,

KELUAR KE DESA-DESA,

MENCATAT SENDIRI SEMUA GEJALA,

DAN MENGHAYATI PERSOALAN YANG NYATA.

 

INILAH SAJAKKU

PAMPLET MASA DARURAT.

APAKAH ARTINYA KESENIAN,

BILA TERPISAH DARI DERITA LINGKUNGAN.

APAKAH ARTINYA BERPIKIR,

BILA TERPISAH DARI MASALAH KEHIDUPAN.

Sabtu, 17 Oktober 2015

Open your (my) door

Mulai membuka pintu
Dengan kamu, sebagai tumbu
Menjadikanmu segalaku

Semoga sesuai filosopi hati
Menjadikan diri percaya,
Jika Tuhan pemilik segala 

Jangan biarkan gaduh memelukmu
Jangan biarkan sepi menyentuhmu
Biarkan dia di awang-awang

Pekanbaru, Oktober 2015

Senin, 31 Agustus 2015

ibu

aku mencintaimu dari tuhan,
aku mencintaimu dari setiap detik hembusan nafas.
tak ada prakata cinta yang perlu aku lontarkan
karena tubuhku adalah cinta untukmu, ibu

mencintaimu adalah anugrah
menjadi anakmu adalah kehormatan.
mendapat kasih sayangmu adalah keistimewaan tuhan.

hanya maaf, kata pertama yang ku hatur untuk selama ini.
karena aku tahu, maafmu menjadi kelancaran hidup.

ibu, terima kasih telah menjadi lilin.
ibu, terimakasih telah menjadi malaikat bumi
ibu, terimakasih untuk segalanya
ibu, maafkan anakmu.

ibu, aku mencintaimu.

selamat mengenang hari lahirmu.


Pekanbaru, 25 agustus 2015

Kamis, 09 Juli 2015

“Ayat cintaNya jauh lebih baik dari semua rangkaian kata-kata cintaku. Berpalinglah. Kembalilah padaNya. Hanya Dia yang kupercayakan mampu menjagamu, sejatuh apapun aku saat ini, sejauh apapun kau kini.''



-(Tehochaa)

Minggu, 28 Juni 2015

cintaku untukmu

terkadang cinta yang agung memaksamu untuk tetap diam, hingga secara perlahan memaksanya memperhatikannmu meski bukan aku yang memaksamu.

cinta sejati, ia akan datang dengan sendirinya tanpa kau perlu memaksanya untuk datang dan bertahan.

cinta yang kau buang sia-sia bisa saja menjadi cinta yang akan di konvermasi hati menjadi cinta sejatimu.
karena keyakinan hanya hak prerogratif tuhan seperti halnya hidayah di dalam agama.

merelakanmu mencari yang kau mau menjadi pilihanku, sebab tuhan punya janji cinta sejati tak pernah pergi. Ia akan kembali.

memberimu kebebasan memilih bukan karna aku tak sanggup menyusun kata-kata untuk lantunkan rasa cintaku, melainkan cinta sejati akan punya waktu sendiri menyatakannnya. waktu  akan dengan jelas menjelaskan meski dengan cara memaksa atau terpaksa untuk tahu bahwa ia adalah cinta sejatmu.

karna mencintaimu menjadi kehormatan yang teramat agung hingga mengutarakannya menjadi sebuah misteri yang tak mampu aku ungkap hingga kini.

dengan dapat memandangmu saja aku menjadi manusia yang teramat beruntung hingga aku lupa, semata aku hanya sebagai pengagum di setiap detik perjalannmu.

disetiap langkah kakimu aku ingin menjadi batu pijakan yang menjadi tumpuan dan tak harus kau tahu. aku ingin seperti tanah tak kau lihat, aku selalu ada untuk kau berjalan. 

meski tak menyukai cara berjalanmu namun sebagai tanah aku tetap memberimu tempat bertumpu untuk berjalan kedepan. sebab hanya itu persepsi cinta sejati yang ku tahu.
bahkan jalan cerita hidupmu menjadi buku yang sering kubaca meski sering kubenci caramu menafsiran sebuah hidup.

aku tak pernah memaksamu datang dan aku meminang. aku hanya memaksa untuk yakin bahwa kau menjadi satu-satunya manusia terakhir yang akan menemani hari-hariku.

aku tak pernah memaksamu datang dan aku meminang. aku hanya memaksa untuk berharap, tuhan akan membawamu pulang. meski persepsi pulang itu ketempat sebuah kenyamana dan selalu berharap akulah kenyamanan itu.

Senin, 29 juni 2015