Sabtu, 17 Oktober 2015

Open your (my) door

Mulai membuka pintu
Dengan kamu, sebagai tumbu
Menjadikanmu segalaku

Semoga sesuai filosopi hati
Menjadikan diri percaya,
Jika Tuhan pemilik segala 

Jangan biarkan gaduh memelukmu
Jangan biarkan sepi menyentuhmu
Biarkan dia di awang-awang

Pekanbaru, Oktober 2015

Senin, 31 Agustus 2015

ibu

aku mencintaimu dari tuhan,
aku mencintaimu dari setiap detik hembusan nafas.
tak ada prakata cinta yang perlu aku lontarkan
karena tubuhku adalah cinta untukmu, ibu

mencintaimu adalah anugrah
menjadi anakmu adalah kehormatan.
mendapat kasih sayangmu adalah keistimewaan tuhan.

hanya maaf, kata pertama yang ku hatur untuk selama ini.
karena aku tahu, maafmu menjadi kelancaran hidup.

ibu, terima kasih telah menjadi lilin.
ibu, terimakasih telah menjadi malaikat bumi
ibu, terimakasih untuk segalanya
ibu, maafkan anakmu.

ibu, aku mencintaimu.

selamat mengenang hari lahirmu.


Pekanbaru, 25 agustus 2015

Kamis, 09 Juli 2015

“Ayat cintaNya jauh lebih baik dari semua rangkaian kata-kata cintaku. Berpalinglah. Kembalilah padaNya. Hanya Dia yang kupercayakan mampu menjagamu, sejatuh apapun aku saat ini, sejauh apapun kau kini.''



-(Tehochaa)

Minggu, 28 Juni 2015

cintaku untukmu

terkadang cinta yang agung memaksamu untuk tetap diam, hingga secara perlahan memaksanya memperhatikannmu meski bukan aku yang memaksamu.

cinta sejati, ia akan datang dengan sendirinya tanpa kau perlu memaksanya untuk datang dan bertahan.

cinta yang kau buang sia-sia bisa saja menjadi cinta yang akan di konvermasi hati menjadi cinta sejatimu.
karena keyakinan hanya hak prerogratif tuhan seperti halnya hidayah di dalam agama.

merelakanmu mencari yang kau mau menjadi pilihanku, sebab tuhan punya janji cinta sejati tak pernah pergi. Ia akan kembali.

memberimu kebebasan memilih bukan karna aku tak sanggup menyusun kata-kata untuk lantunkan rasa cintaku, melainkan cinta sejati akan punya waktu sendiri menyatakannnya. waktu  akan dengan jelas menjelaskan meski dengan cara memaksa atau terpaksa untuk tahu bahwa ia adalah cinta sejatmu.

karna mencintaimu menjadi kehormatan yang teramat agung hingga mengutarakannya menjadi sebuah misteri yang tak mampu aku ungkap hingga kini.

dengan dapat memandangmu saja aku menjadi manusia yang teramat beruntung hingga aku lupa, semata aku hanya sebagai pengagum di setiap detik perjalannmu.

disetiap langkah kakimu aku ingin menjadi batu pijakan yang menjadi tumpuan dan tak harus kau tahu. aku ingin seperti tanah tak kau lihat, aku selalu ada untuk kau berjalan. 

meski tak menyukai cara berjalanmu namun sebagai tanah aku tetap memberimu tempat bertumpu untuk berjalan kedepan. sebab hanya itu persepsi cinta sejati yang ku tahu.
bahkan jalan cerita hidupmu menjadi buku yang sering kubaca meski sering kubenci caramu menafsiran sebuah hidup.

aku tak pernah memaksamu datang dan aku meminang. aku hanya memaksa untuk yakin bahwa kau menjadi satu-satunya manusia terakhir yang akan menemani hari-hariku.

aku tak pernah memaksamu datang dan aku meminang. aku hanya memaksa untuk berharap, tuhan akan membawamu pulang. meski persepsi pulang itu ketempat sebuah kenyamana dan selalu berharap akulah kenyamanan itu.

Senin, 29 juni 2015



Sabtu, 27 Juni 2015

aku ingin mencintaimu dengan sederhana

aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti api yang membara pada arang hingga ia menjadikannya tiada.

aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan isyarat yang tak sempat disampaikan tulisan kepada tinta yang menjadikannya tiada.

aku ingin mencintaimu dengan sederhana, melekatnya bayangan pada tubuh yg tiada pernah
percaya.

aku ingin mencintaimu dengan sederhana.

aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada (supardi djoko)

Selasa, 14 April 2015

Relijiustis.

Di atas pelataran nama aku meracau
Di dupa nestapa aku pilu
Di arupadatu aku hatur doa lara
Memanggilmu kembali, aku ratap sapa.


Dalam harap cemasku


#ANA_RITORA

Kamis, 09 April 2015

Dalam prosesku

Sedang menikmati kesunyian
Sedang ragu dengan hiruk-pikuk
Apalagi tentang dirimu
Aku fakum dalam prosesku

Tidak melupakanmu
Aku masih dalam prosesku
Mempersiapkan setiap kerinduan 
Menjadi biduan dalam kesunyian

Bila kau ragu karena waktu
Kau gagal dalam ujianmu
Karena waktu adalah segalaku
Karna kamu, aku begitu

Mencarimu untuk sekarangku
Mengujimu untuk segalaku
Mempersiapkanmu untuk hari-hariku
Semoga kau yang terakhirku.

#ANA_RITORA

Aku untukmu

Membiarkan waktu memenggalku
Aku dalam setiap detikmu
Merangkak menuju menitmu
Masih berusaha berinsut ke jam yg panjang
Aku masih berharap di setiap harimu

Aku ingin menjadi bulanmu
Menjadi cahaya dari gelap malammu
Menjadi teman mengitari porosmu
Berharap aku ada saat pasang-surutmu

Kita itu dua inti yang berbeda
Kita tidak dapat menyatu
Hanya saja kita dapat bersatu.


#ANA_RITORA

Selasa, 24 Maret 2015

Kisah

Aku...? 
Hidup adalah perjalanan panjang

Kamu... ? 
Batu terjal di jalanku,
Pemanis perjalanan yang panjang. 

Dia... ? 
Batu terjal sebelum dirimu,
Kenangan di suatu waktu

Mereka... ? 
Penyeimbang
Antara 
Terjal dia
Serta 
Pemanis kamu. 

Kita.. ?
Aku, kamu, dia dan mereka... 
Adalah kita dalam perjalanan. 

24 maret 2015
ANA

Selasa, 03 Maret 2015

Aku bilang aku ini apa ?

Orang bilang jatuh cinta pada rupa maka bagaimana kau mencintai tuhan yg tak berupa ? 

Orang bilang mencintai melihat fisik maka kau akan ditinggalkan oleh fisik pula. 

Orang bilang bila mencintai menggunakan alasan maka saat alasan itu tak ada lagi maka kau mencintai apa ? 

Sekarang aku menyukaimu meski belum tatap muka. 

Aku memilihmu tanpa perlu berjumpa. 

Aku menggilaimu tanpa alasan.... 

Orang bilang aku bodoh... Orang bilang aku gila... 
Mungkin juga kau bilang aku kurang waras... 

Jadi aku bilang aku ini apa ? 

#Ritora


Senin, 23 Februari 2015

Pancaroba jiwa

Ini pancaroba jiwa 
Tendensi, semoga tidak kecewa
Pengharapan adalah rasa
Rasa menjadi cakrawala 

Aku gila dalam transisi 
Entah apa rasa jiwa
Aku linglung dalam bianglala
Di atas atau bawah, bingung.
 
Ritora
Pekanbaru, februari 2015

Senin, 16 Februari 2015

Rabu rindu

Rindu kelabu di detak relung malam, terbuai akan sapa hayalmu. 
Aku kecup malam dalam bayang.
Aku hilangkan angan menjagamu.
Aku tak sanggup bayangkan dalam gulita gelap malam.
Hingga dinihari masih ku sedu kopiku di rabu rindu, cukupkan rindu ini sampai pagi.
cukup butakan ia hingga sinar emas bangunkan semua yg terjaga. 

#ana
pekanbaru,10 Desember 2014

Pusara asmara

Aku berlayar dari pulau asmara 
Aku Berlabuh di pangkuan rasa
Aku penguasa lautan jiwa 
Aku pemasung sukma dalam pusara

Rintik rinduku turun tengah hari 
Ia tumpah pada cerita berdua
Mengalun merdu bak gitar berdawai 
Menggapai meraih tangan terurai

Lupa adalah ekspresi jiwa 
Ia cerminan dari aksara rasa 
Bila datang seolah pulang 
Bila pergi ia sukar kembali 

Aku enggan melihatmu pulang 
Bila datang cukup di beranda
Jangan kau ketuk pintunya 
Aku enggan kau pulang, sayang. 

Cintaku telah tiba di pusaranya
Tak kembali, ia telah pergi 
Jangan kau bawa ia pulang 
Aku enggan datang meminang. 

Jambi, januari 2015
#Ritora

Kamis, 05 Februari 2015

Ibu ayahku.

Hari ini genap 3 hari aku di jambi 
Aku lupa ini pagi atau dinihari
Hari ini genap atau ganjil aku lupa lagi
Aku ingat kalau ini masih jambi 

Ini hari rabu yg kelabu 
Cepat sembuh ibu ayahku 
Sakit memang tdk pandang bulu 
Tpi tuhan punya cerita maju, nenekku.

Di pembaringanmu aku menyapa 
Di sampingmu aku berdoa 
Hatur doa agar tuhan sembuhkan luka 
Ini derita cepatlah pergi sana!!!

Tuhan. Cepat sembuhkan luka
Beri kami nafas lega 
Meski ini skenarioMu juga 
Berilah naskah agar kami baca. Tuhan. 

#Ritora, 28 januari 2015

Jumat, 02 Januari 2015

oh Tuhan, sabarkan Sabarku.

aku tahu bahwa janji Tuhan adalah kemuliaan 
aku tahu janji Tuhan adalah kepastian
aku tahu Tuhan penulis skenario terhebat
aku tahu sabar-ku susah menunggu,
aku ingin menagih janjiMu,tuhan. Di akhir ceritaku 

aku cemburu pada waktu 
aku cemburu pada langit 
aku cemburu pada angin 
aku selalu cemburu pada semua ciptamu Tuhan

sungguh iri aku melihat yang lain
dengan segala macamnya
sungguh. sungguh aku cemburu pada mereka

kuatkan aku Tuhan 
tinggikan diriku Tuhan
besarkan sabarku Tuhan.

aku ingin tetap bersabar, Tuhan.
aku merindukan buah kesabaranku, Tuhan.
sampaikan egoku di akhir sabar, Tuhan. 
beri aku celah melirik buahnya, Tuhan.

bukan aku ragu akan janjiMu
bukan aku tak tahu diri
hanya saja, aku iri pada mereka.

oh Tuhan, sabarkan sabarku. 

 ana. Januari 2015