Minggu, 30 Maret 2014

penghargaan cinta

kepantasan mungkin tidak untuk setiap manusia
tapi, setiap manusia punya secercah kemunafikan
untuk tidak mengatakan rasa sayang besarnya terhadapmu

besar rasa sayangnya tidak harus tampak di depanmu
besar kasih sayangnya tak harus tampak oleh matamu
sebab musabab mencintaimu bukan dari matanya
sebab musabab cintanya bukan untuk permainan mata.

memilih cinta adalah memilih kepantasan akan dirimu
menjalani cinta adalah saksi untukmu darinya
bahkan untuk bersamamu saja butuh kesaksian terhadap-Nya

aku bukan mereka dan aku hanya aku.


-ANA-

Rabu, 19 Maret 2014

Bersama dan kita tentang cinta



Bahkan aku tak punya alasan untuk memilikimu
Bagai mana aku punya alasan untuk mencintaimu.
Cintaku tak memiliki alasan.
So, bila engkau tak terima
sungguh aku tak mengerti tentang cinta ini.

Aku, kamu dan aku tak terlalu berharap menjadi kita
Hanya saja aku selalu berharap menjadi bersama.
Kebesamaan itu lebih bisa dimengerti hati
Bila harus membandingkan dengan KITA yang bisa saja pergi.

Dan bila aku mendeskripsikan kata kita
Aku selalu mendahulukan kata bersama barulah ada kita.

Jadi...
Aku hanya berharap ada bersama maka pasti ada kita.. Amien

        -ANA-

Jumat, 14 Maret 2014

seberkas doa untuk ini



Meski bukan sesuatu yang baru
Tetapi setiap tatapmu membuka cakrawala hati
Tak ingin noda lain ada untuk ini
Tak ingin ini menjadi prestasi labil lagi
Hanya ingin ini menjadi pencarian istimewa

Dan selalu beharap engkau bukan pengganti yang lalu
Tetapi engkau menjadi sesuatu yang baru

Ku pesembahkan di altar cinta...
Aku ingin berestorasi di hidupku
Dan semua ku selipkan dalam rasa ini.

Oh tuhan pemilik segala rasa... Aku merasa
Oh tuhan pemilik cinta... Aku mencinta
Oh tuhan pemilik segala kasih... Hey terkasih
Oh tuhan pemilik segalanya...
Beri kabul doa hamba...
Semoga menjadi terakhir kalinya
Dan menjadi satu-satunya...

Tak ada maksud doa hamba,
Hanya melampiaskan setelah usaha...

Hey kamu, iya kamu
Ku lukiskan tubuhmu yang puisi
Dalam sajak terkasihku
Ku rajut asaku dalam naungan rindu
Aku dan hanya aku.

-ANA-

Jumat, 07 Maret 2014

lembaran baru... cinta

tunjukkan cintamu dengan cinta, tunjukkan sayangmu dengan sayang...
dan jangan terbalik... 
sampai saat aku mencintaimu tak begitu sanggup aku bersamaan dengan sayangku
saat aku menyayangimu ku persembahkan cinta selaksa merah membara kedalam jiwa yang mencinta 
sadarkkan aku bahwa sayang adalah tingkat tertinggi untukmu...
dan cinta tak akan ada bila rasa sayangmu pudar belaka 

kisah aku mencinta bukan hal biasa 
namun sebab musabab dirimu yang ku cinta semua berubah kasta menjadi brahma 
aku tak ingin engkau menjadi dropadi dalam cerita arjuna 
aku hanya pencinta setia dalam satu balutan nuansa sayangku.
tak ada alasan untuk membaginya untuk yang lain dalam hal toleransi 
bukan hal serakah tapi rasa tak mungkin aku melambungkannya lalu menginjaknya dengan keras
tentu aku memiliki sudut pandang berbeda dengan kebanyakan. 

engkau pasti tahu bahwa ini bukan pelataran bebas untuk setiap hati yang merasakan rasa. 
juga bukan angin yang berhembus kibarkan serbuk cinta untuk mencari kuntum bunga dalam penyerbukannya...

bahkan...
 bukan tonggak inspirasi terbesar dalam hidup namun sebahagia darinya... dan secercah massa depan. 

kadar cinta aku bergema tak sebesar apa yang kau kira hanya saja terbesar yang aku punya.
tak lekang,tak usang,hanya saja akan sedikit mesra bila lama, rasa ini ibaratkan wine semakin lama tersimpan maka akan selalu besar rasa ini.... 
entah bagaimana ceritanya rasa menyangkut akan dirimu. aku tak mau celaka kedua.
labil bukan alsanku tapi hanya tombak yang menombakku saat pertama.
dewasa entah ada atau enggan datang. namun aku tlah lepas dari yang namanya labil. aku berrestorasi. 

dan bismilah...

ANA