terkadang cinta yang agung memaksamu untuk tetap diam, hingga secara perlahan memaksanya memperhatikannmu meski bukan aku yang memaksamu.
cinta sejati, ia akan datang dengan sendirinya tanpa kau perlu memaksanya untuk datang dan bertahan.
cinta yang kau buang sia-sia bisa saja menjadi cinta yang akan di konvermasi hati menjadi cinta sejatimu.
karena keyakinan hanya hak prerogratif tuhan seperti halnya hidayah di dalam agama.
merelakanmu mencari yang kau mau menjadi pilihanku, sebab tuhan punya janji cinta sejati tak pernah pergi. Ia akan kembali.
memberimu kebebasan memilih bukan karna aku tak sanggup menyusun kata-kata untuk lantunkan rasa cintaku, melainkan cinta sejati akan punya waktu sendiri menyatakannnya. waktu akan dengan jelas menjelaskan meski dengan cara memaksa atau terpaksa untuk tahu bahwa ia adalah cinta sejatmu.
karna mencintaimu menjadi kehormatan yang teramat agung hingga mengutarakannya menjadi sebuah misteri yang tak mampu aku ungkap hingga kini.
dengan dapat memandangmu saja aku menjadi manusia yang teramat beruntung hingga aku lupa, semata aku hanya sebagai pengagum di setiap detik perjalannmu.
disetiap langkah kakimu aku ingin menjadi batu pijakan yang menjadi tumpuan dan tak harus kau tahu. aku ingin seperti tanah tak kau lihat, aku selalu ada untuk kau berjalan.
meski tak menyukai cara berjalanmu namun sebagai tanah aku tetap memberimu tempat bertumpu untuk berjalan kedepan. sebab hanya itu persepsi cinta sejati yang ku tahu.
bahkan jalan cerita hidupmu menjadi buku yang sering kubaca meski sering kubenci caramu menafsiran sebuah hidup.
aku tak pernah memaksamu datang dan aku meminang. aku hanya memaksa untuk yakin bahwa kau menjadi satu-satunya manusia terakhir yang akan menemani hari-hariku.
aku tak pernah memaksamu datang dan aku meminang. aku hanya memaksa untuk berharap, tuhan akan membawamu pulang. meski persepsi pulang itu ketempat sebuah kenyamana dan selalu berharap akulah kenyamanan itu.
Senin, 29 juni 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar