Selasa, 16 Desember 2014

Puisi soe hok gie

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekkah,

Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di wiraza,

Tapi aku ingin menghabiskan waktu ku disisi mu sayang ku….

Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu

Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mandala wangi

 

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danang

Ada bayi-bayi yang lapar di Biafra

Tapi aku ingin mati disisi mu manisku

 

Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya

Tentang tujuan hidup yang tidak satu setan pun tahu

Mari sini sayangngku

Kalian yang pernah mesra Yang pernah baik dan simpati padaku

Tegaklah ke langit luas Atau awan yang menang

Kita tak pernah menanamkan apa-apa

Kita takkan pernah kehilangan apa-apa


Puisi Soe Hok Gie kepada ira 

Mengenang lahir dan meninggalnya GIE!!! 

#45thGie 

Catatan seorang demonstran
Di bawah lentera merah

Minggu, 14 Desember 2014

Melayu Meringis, Menangis.

negeriku, negeri para penyair
satu kata dari hati
rangkai rima penuh makna

satu luka goresan
makin pedih perasaan
adakah satu harapan
duka lara sembuhkan.

ini negeriku, lancang kuningku
ini alamku, hutan rimbaku
ini Riauku, bumi melayu

tersayat hati mendengarmu
tergores nurani memandangmu
tercabik jiwaku melihatmu
terkungkung dalam merana

minyak bawahnya, minyak atasnya
miskin rakyatnya, kaya pemimpinnya

adakah kalian buta melihatnya ?
adakah kalian terketuk pintu hatinya ?
adakah kalian sedih memandangya ?
adakah kalian melirik kami!!!
kami ada di sini.

hey para penguasa...
para pemegang kuasa
bijak apakah untuk kita
bila kami dalam sengsara

bijak apakah untuk kita
bila kami sedang merana

inikah persatuan
inikah kebijakan
adakah harapan, menuju masa depan ?

ana

pekanbaru, 21 Oktober 2014