Minggu, 14 Desember 2014

Melayu Meringis, Menangis.

negeriku, negeri para penyair
satu kata dari hati
rangkai rima penuh makna

satu luka goresan
makin pedih perasaan
adakah satu harapan
duka lara sembuhkan.

ini negeriku, lancang kuningku
ini alamku, hutan rimbaku
ini Riauku, bumi melayu

tersayat hati mendengarmu
tergores nurani memandangmu
tercabik jiwaku melihatmu
terkungkung dalam merana

minyak bawahnya, minyak atasnya
miskin rakyatnya, kaya pemimpinnya

adakah kalian buta melihatnya ?
adakah kalian terketuk pintu hatinya ?
adakah kalian sedih memandangya ?
adakah kalian melirik kami!!!
kami ada di sini.

hey para penguasa...
para pemegang kuasa
bijak apakah untuk kita
bila kami dalam sengsara

bijak apakah untuk kita
bila kami sedang merana

inikah persatuan
inikah kebijakan
adakah harapan, menuju masa depan ?

ana

pekanbaru, 21 Oktober 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar