Senin, 23 Februari 2015

Pancaroba jiwa

Ini pancaroba jiwa 
Tendensi, semoga tidak kecewa
Pengharapan adalah rasa
Rasa menjadi cakrawala 

Aku gila dalam transisi 
Entah apa rasa jiwa
Aku linglung dalam bianglala
Di atas atau bawah, bingung.
 
Ritora
Pekanbaru, februari 2015

Senin, 16 Februari 2015

Rabu rindu

Rindu kelabu di detak relung malam, terbuai akan sapa hayalmu. 
Aku kecup malam dalam bayang.
Aku hilangkan angan menjagamu.
Aku tak sanggup bayangkan dalam gulita gelap malam.
Hingga dinihari masih ku sedu kopiku di rabu rindu, cukupkan rindu ini sampai pagi.
cukup butakan ia hingga sinar emas bangunkan semua yg terjaga. 

#ana
pekanbaru,10 Desember 2014

Pusara asmara

Aku berlayar dari pulau asmara 
Aku Berlabuh di pangkuan rasa
Aku penguasa lautan jiwa 
Aku pemasung sukma dalam pusara

Rintik rinduku turun tengah hari 
Ia tumpah pada cerita berdua
Mengalun merdu bak gitar berdawai 
Menggapai meraih tangan terurai

Lupa adalah ekspresi jiwa 
Ia cerminan dari aksara rasa 
Bila datang seolah pulang 
Bila pergi ia sukar kembali 

Aku enggan melihatmu pulang 
Bila datang cukup di beranda
Jangan kau ketuk pintunya 
Aku enggan kau pulang, sayang. 

Cintaku telah tiba di pusaranya
Tak kembali, ia telah pergi 
Jangan kau bawa ia pulang 
Aku enggan datang meminang. 

Jambi, januari 2015
#Ritora

Kamis, 05 Februari 2015

Ibu ayahku.

Hari ini genap 3 hari aku di jambi 
Aku lupa ini pagi atau dinihari
Hari ini genap atau ganjil aku lupa lagi
Aku ingat kalau ini masih jambi 

Ini hari rabu yg kelabu 
Cepat sembuh ibu ayahku 
Sakit memang tdk pandang bulu 
Tpi tuhan punya cerita maju, nenekku.

Di pembaringanmu aku menyapa 
Di sampingmu aku berdoa 
Hatur doa agar tuhan sembuhkan luka 
Ini derita cepatlah pergi sana!!!

Tuhan. Cepat sembuhkan luka
Beri kami nafas lega 
Meski ini skenarioMu juga 
Berilah naskah agar kami baca. Tuhan. 

#Ritora, 28 januari 2015