Minggu, 29 Desember 2013

mawar melati

merdeka di buai lamunan....
berhembus puja-puji untukmu aku puji
semerbak harum yang katanya wangi
aku mulai merintih dari duri mawarku
beralih rasa menjadi putih melatiku
jadikan juga dirimu suci berduri...

mata melihat apa yang engku sapa
dan telinga membelai nada gempita
bermin merdu bagai melodi anggun merayu
aku tahu siapa aku dan siapa duhai rindu
tapi hatiku tak dapat merayu sadarku
dia hanya mampu nyatakan pilihanku...

adakah pilihan ajaib menjadikan mawarku rindu,,,
menjadikan melatiku tumbuh,???
aku mulai kecewa dengan mirisnya merasa...


ANA

kamu

menyianyiakan dirimu dulu
adalah alasanku saat ini untuk menepati
janji yang pernah ku ingkari
serta menjadikanmu hal yang tak bisa terlupakan

bodohnya diri yang membodohkan
dirinya sendiri...
merindukanmu adalah hal terindah
yang bisa ku kenang..
untuk yang tak bisa ku sebut lama namun bermakna...

mungkin cinta bisa membuktikan
lebih dari ini, tapi...
ingatlah wahai dewi
inilah cinta yang mencintaimu,
kasih yang mengasihimu,
serta rasa yang ku berikan
sesederhana dariku untukmu.

wajar sewajarnya bila engkau
melupakan makna  apa yang pantas kau lupakan
tapi aku memang pantas kau lupakan.

saat tuhan menggoreakannya dahulu,
dalam kitabNya...
semoga ia menuliskan namaku
bersanding iri bersama namamu...
itulah harapan sekedar harapan, aku bersamamu...

dan untuk saat ini aku meyesali
apa yang pernah aku kecewakan
aku kecewa dengan diri yang mengecewakan...

sungguh, engkau dara dari segenap jiwa,
tak ada pelukis yang pantas melukismu,
tak ada jiwa yang dapat menggantikanmu,
tak ada cinta seperti yang kau punya,,,

aku CINTA dan menCINTAi CINTAmu segenap CINTA yang terCINTA.


ANA 

Sabtu, 14 Desember 2013

UNTUKMU DAN KAMU



Tengah buta malam jum’at, ada rindu untukmu....
maaf untuk selalu ingin bersamamu... biarkan ku simpan rasa ini....
Cinta itu...rasa yang tak pernah aku mengerti...semoga dia pergi..
Aku tak mengerti,,,sungguuh aku, aku manusia bodoh berdiri....

Dinginnya malam ini tak terasa bila sumbang rima tak aku tau...
Deru angin menggelitik...mungkin kulit hanya bisu tapi aku tau..
Apa yang tak pernah kau tau...sesungguhnya aku mengerti...
Semoga akan tetap abadi...
semoga takkan pernah berhenti...

Cahaya rembulan hanya mengacau laju hayalan...
seraut bulan berisi lamunan...ne ne ne nenenene
raut mata tlah, tlah buta oleh hayalan...

satu kata akan penuh makna, bila mulut tlah bicara...
bintang-bintang kecil diam di sudut langit gelap...
merana dari kesepian... pasti sepi..!!!

tak ada pembanding sempurna bila 2 kata di sambung isi...
di kepala tanpa rasa, di dada tanpa cinta...
buta tanpa nada...sumbang penuh isi selalu damai dalam diri..

atau kah itu yang sudah di gariskan... aku pergi..
maaf bila sifatku mencabik-cabikmu...
maaf untuk selama ini yang aku lakukan...
maaf aku tak melupakanmu...
dan maaf aku menyayangimu...


ANA

Kamis, 14 November 2013

datang untuk pergi

tutur kata yang hanya lalu
mengharu untuk merayu
menggoda untuk lalu

datang untuk pergi
pergi dan jangan ulangi lagi
aku bosan, aku hilang di awang-awang
cepat datang dan selamat pulang

bertutur tapi tak berbahasa
berbudi tapi tak berdsantun

titik jemu pergilah lalu
aku bosan kawan,
aku gila dalam nada sumbang
aku hilang sadar dan sadar. 

Rabu, 13 November 2013

DIA

wahai sastra tubuh, bahasa jiwa 
aku terbelengu di sudut temaram
aku terdiam di ujung kelabu
adakah rindu menghampiri daku
seperti limbubu yang menjadi layu

seterik khatulistiwa rasa yang menggema 
sejauh jaya wijaya aku merasa
sesamar tunggu dan menunggu
sertakan aku nanti dalam menanti

aku menunggu di sudut rindu
aku terbuai dalam belaian sendu
mungkin bermimpi dalam cerita 
mungkin dan hanya mungkin  berdua

inginku luapkan emosi berbentuk rima
ingin bertutur rasa dalam bentuk kata-kata
puisi hanya seni pencitraan kata-kata 

                                  
                                             -ANA-