Sabtu, 29 November 2014

Rindu kelabu



bila waktu adalah penghalangku
maka aku adalah jalang rindumu
bila jarak adalah kutuk untuku
maka senyum emoticonmu jalan rinduku

bila bertemu denganmu adalah kemustahilan
maka ucap syairku adalah kerinduan
bila tak dapat melihat wajahmu
maka secarik fotomu mewakili sendu galauku
bila malam pembatas sukmaku
maka angin pengantar hadirmu
bila gelap pembunuh bayangmu
maka bulan pantulkan senyummu
bila kemustahilan bersanding denganmu
maka tuhan perestumu
bila kemunafikanku halang risaumu
maka maafmu harap cemasku. 

 ana. november 2014

Sabtu, 15 November 2014

Di garis Doa ku

Tuhan...
hamba melantun kan doa
hamba luka dalam derita
maaf hamba, maha kuasa
tak kotor diri tanpa dosa

setan..
godamu kuat datang
melabung melayang
dalam menerawang
bawa aku pulang,
tuhan.

nafsu,
sedikit kau sapa aku diam
banyak kau sapa aku hilang

mata,
jangan kau hampiri dosa
cukup kau kecup saja
aku tak kuasa melepas rasa
menahan duka.

bibir,
sudahlah kau merenggut naluri
cukuplah aku menanggung iri
menatap diri akan mati
cukupkan sampai disini.

kaki,
bawa aku pulang
jangan kau sapa siang
biarkan malam menuntunmu hilang
dalam gulita terang.

tangan,
hapuskan duka lara,
dari kanvasnya
isi dia dengan perkara
jangan kau buang sia-sia

hati,
cukup kau ketuk diri
untuk tak ulang lagi
semoga reinkarnasi
menjadi suci kembali.

Aamiin.

(ANA) November 2014

Rabu, 12 November 2014

Kau Kecup mata

Dulu pernah ku caci hati
kini merenungi diri
dulu hendak ku bunuh sunyi
kini ku renggut sepi

langit merana jingga
anjing menggonggong tajam
seolah mati rasa dunia
aku menampar sunyi malam.

ku takluk gelap gulita
aku takut cahaya
kau renggut mata
kau kecup hampa

beraliran mesra jiwa hati
dalam segenap cinta kita
aku merana menunggu pagi
ku sambut sinarNya dengan bangga

kehendak mati oleh sepi
namun ada belaian diri
tak jadi hamba pergi
ada khayal menyelimuti hati

13 nov 2014/ANA