Selasa, 11 Februari 2014

admirer

Memberanikan diri untuk berani saja aku enggan
Bahkan untuk menyapamu aku lunglai...
Dan memberanikan bertanya kabarmu mungkin bisu
Tapi ketahuilah bahwa...
Rasa sayang yang ku tawarkan lebih besar dari rasa beraniku.

Oh melati tetaplah wangi
Oh dewi tetaplah dihati...
Rasaku mati untukmu...
Sajak kecilku tertulis setelah ku selami lubuk hatiku
Dan ku temukan setetes cinta bertuliskan namamu...
Walau hanya setetes namun laksana kopi dicampurkan kepada susu.. Aku rindu.

Kemunafikanku membisikkan bahwa aku membencimu
Tapi sadarku lebih sadar dari munafikku, dia berkata aku masih menyayangimu.
Lalu mana yang harus ku pilih ???
Aku enggan menerka sebab terkaanku tak logis
Aku enggan memilih sebab pilihanku hanya engkau.

                                                          
ANA

Senin, 03 Februari 2014

nepotisme oleh naluri



Rasa itu milik semua hati
Abstraklah jiwa yang mencinta
Nista sudah bagi setiap pendusta
Inilah rasa dari destinasi cinta

Falsafah hidup untuk segenap anak manusia
Antarkan mereka pada peraduan cinta
Untuk melengkapkan hakikatnya

Filosofikanlah cinta untukNya
Antarkan cinta keperaduanNya
Untuk membuktikan kecintaanmu


ANA