wahai sastra tubuh, bahasa jiwa
aku terbelengu di sudut temaram
aku terdiam di ujung kelabu
adakah rindu menghampiri daku
seperti limbubu yang menjadi layu
seterik khatulistiwa rasa yang menggema
sejauh jaya wijaya aku merasa
sesamar tunggu dan menunggu
sertakan aku nanti dalam menanti
aku menunggu di sudut rindu
aku terbuai dalam belaian sendu
mungkin bermimpi dalam cerita
mungkin dan hanya mungkin berdua
inginku luapkan emosi berbentuk rima
ingin bertutur rasa dalam bentuk kata-kata
puisi hanya seni pencitraan kata-kata
-ANA-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar