Rabu, 15 Januari 2014

#80,11

Ku lukis dirimu dalam puisiku
Ku selami hatiku dan ku temukan secercah kemunafikan dalam diriku, 
semuanya penuh dengan kebimbangan penuh pengawasan. 
Aku tegak dan merangkak untuk hal yg ku mau.
Namun untuk hal yg ku sebut itu cinta aku mematok harapan pada sebuah kesadaran, 
sadarku adalah memuja kesadaran.
Bila cinta memaksa,,,
aku ingin kesadaranku berlalu dalam dekapmu. 
Oh dewi bila kau ingin tau aku ada dan masih ada dalam cermin yang kau sebut rindu.

Cinta dari seorang untukmu, 
aku memang tak begitu pantas untukmu,
namun cintaku akan membuktikan bahwa aku pantas bersamamu,
serta kesetiaanku kan ku selipkan dalam dekap erat jiwaku bahwa aku masih dan ada selalu mencinta cinta.

Saat kau tutup hatimu adalah saat dimana kau akan melupakan semuanya,
ada hal yang perlu kau harus lebih dari sekedar tahu, 
yaitu mengerti bahwa dunia bukan hanya sekedar rasa dan merasa, namun sikap. 
akan kau ketahu bahwa dialah penentu akan hal luar biasa di masa yang depan kelak.

Semoga adalah kata harapan yang utama saat ini. Sedangkan harapan adalah sebuah kata yang di harapkan untk saat ini.
tak ada yang di tunggu selain harapan itu sendiri.

ANA 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar